Pekerjaan apa yang bisa dilakukan di desa?

Banyak yang bisa dilakukan dengan hidup di desa. Desa, kini telah menjadi tempat eksplorasi yang menyenangkan.  Apalagi akses informasi ke desa semakin terbuka.

Hidup di desa bisa dengan menjadi petani modern. Bisa menjadi penggerak/penggiat digital ekonomi (diginomic) di desanya. Mas Handoko, di desa Sidoagung Kecamatan Sruweng mengembangkan cara tanam sayuran dengan sistem hidroponik. Kini, kebun hidroponiknya ramai pengunjung dan telah menjadi wisata edukasi yang diminati banyak kalangan.

Teman saya, mas Badrun (bukan nama aslinya), menjadi seorang freelancer. Dia ikut berkompetisi membuat gambar ilustrasi di situs web 99designs. Kegemarannya menggambar telah tersalurkan dengan mengikuti kompetisi desain. Penghasilannya sebagai freelancer memang belum menentu, namun bisa untuk menambah pundi-pundi rupiahnya.

Ada mas Tumiran, spesialis bikin web dan jago SEO yang sudah punya klien orang Rusia. Kliennya ini telah menjadi pelanggan tetap. Setiap menjual web, dia mematok harga minimal 1.150 USD. Web tsb sudah Adsense ready. Jadi, tinggal menuai dollar per harinya. Kenapa oleh mas Tumiran tidak diteruskan sendiri earning di web yang telah dibuatnya? Karena dia tidak spesialis di maintenance web. Ada yang lebih ahli katanya.

Dan masih ada freelancer, publisher, dan profesi-profesi lainnya yang tidak terlihat, namun ternyata penghasilannya lebih dari lumayan untuk ukuran hidup di desa.

Memang, semua itu tidak didapat dengan instan. Ada proses jatuh bangun. Ada proses laiknya orang berusaha pada umumnya. Mereka belajar dengan otodidak, ikut acara kopdar/sharing dalam komunitas, Ikut workshop dan membeli tool-tool premium. Tidak ada zero cost memang. Ada biaya awal yang musti dikeluarkan. Dan tenaga ekstra untuk belajar. Bisa jadi, yang menggerakkan mereka-mereka di atas adalah energi yang namanya the Power of Kepepet 😀  Akibat sempitnya lapangan pekerjaan.

Dalam cuitannya di twitter, Mas Yodia mengatakan, “Cara terbaik asah skill adalah Learning by Doing.”

Learn. Apply. Fail. Fail fast. Relearn. Reapply.

Tinggal boleh di desa tapi pikirannya seperti pakar dunia. Bukan tinggal di kota tapi pikirannya sempit. Tidak perlu semua ahli. Cukup kuasai satu saja, misal lmu : Blog Marketing, Instagram Marketing. FB Marketing dan Line Marketing.

Apapun level pendidikan dan kelas sosialnya, kita tetap bisa mengubah nasib sepanjang ada kegigihan dan spirit untuk terus belajar dan action.

Ada anak lulusan SMA ndeso, penghasilan miliaran. Ada lulusan S1 dan S2 yg gajinya pas-pasan. Mungkin inilah misteri kehidupan. Misteri Ilahi.

Semoga bermanfaat dan mohon maaf bila tidak berkenan 🙂


Image credit : Pixabay

Leave a Reply

%d bloggers like this: