Apa dampak sosial ekonomi bila Grab masuk Kebumen?

Seperti diberitakan sorot.co, bahwa layanan transportasi berbasis aplikasi Grab, bakal masuk Kebumen. Inisiatif Grab untuk membuka layanan di Kebumen karena adanya permintaan di media sosial.

Perwakilan Grab Indonesia pun telah melakukan audiensi dengan Bupati Kebumen pada hari Rabu tanggal 15 Nov 2017. Grab sedianya akan membuka layanan Grab Bike, Grab Car, dan Grab Taxi di Kebumen.

Dari hasil audiensi, pada intinya Bupati Kebumen memberikan lampu hijau dengan kehadiran Grab di Kebumen. Dengan catatan, tidak terjadi gesekan dengan ojek konvensional, dan diharapkan bisa merangkul ojek konvensional.

Dari pihak Grab sendiri belum ada kepastian kapan akan mulai beroperasi di wilayah Kebumen. Bisa jadi mereka sedang berhitung kelayakan operasionalnya di Kebumen.

Grab memang bisa membuka kesempatan kerja baru. Dan ini adalah kesempatan bagus bagi warga Kebumen yang belum punya pekerjaan tetap. Jadi, ini akan berdampak dari sisi ekonomi.

Dari sisi penumpang (pengguna), mereka tidak khawatir lagi terhadap penetapan tarif sepihak. Disamping respon yang lebih cepat jika membutuhkan layanan ojek atau taxi berbasis aplikasi ini. Apalagi saat ini Kebumen tengah berbenah meningkatkan kunjungan wisatawannya.

Seyogyanya, perlu diatur agar tidak terjadi gesekan akibat penetapan tarif yang tidak standar. Ojek online tidak boleh menetapkan tarif di bawah normal (baku). Nanti yang terkena imbasnya adalah ojek konvensional.

Bagaiamana menutur pendapatmu?

One Response

  1. Ranita Zaskia November 17, 2017

Leave a Reply

%d bloggers like this: